PT Usaha Saudara Mandiri (USM) yang berdiri sejak tahun

 1992 sampai saat ini konsisten menekuni bidang : 

 1. Manufacturing ( electric heater elements & units )  

 2. Enginering ( mechanical & electrical  )

 3. Contruction

 4. Trading

OUR PRODUCT CATEGORY

 

POPULAR

ONLINE SERVICE

STATISTIC

HIT COUNTER 817
 

Hal – hal yang perlu diperhatikan pada Tubular Heater :

1. Heating objek dengan heater harus “pas” (tidak ada celah udara) agar :  

       - Transfer panas ke heating objek dapat berjalan dengan baik.    

       - Mencegah terjadi over heaeting pada heater.

2. Baut – baut pengikat / penjepit pada clamp heater. Heating object disarankan untuk diperiksa

    atau dikencangkan secara periodik agar antara heating objek dan heater tidak timbul celah 

    udara.

3. Permukaan heater harus selalu terendam didalam cairan, supaya heater tidak over heating.

4. Heater yang berkerak atau kotor harus dibersihkan supaya:

       - Transfer panas ke material dapat berjalan dengan baik. 

       - Mencegah terjadi over heating.

5. Daerah heat zone (daerah panas) pada heater harus terendam air,

    supaya heater tidak over heating.

6. Watt density yaitu kemampuan heater menstransfer panas melalui permukaannya.

    Makin besar watt density suatu heater makin besar kemampuan heater tersebut menstranfer

    panas melalui permukaannya dan sebaliknya.

 

Hal yang perlu diperhatikan pada Band Heater :

1. Heating objek dengan heater harus “pas” (tidak ada celah udara), agar :

       - Tranfer panas ke heating objek dapat berjalan dengan baik.

       - Mencegah terjadi over heating pada heater.

2.  Baut – baut pengikat / penjepit pada clamp heater / heating obejct disarankan untuk diperiksa

     atau dikencangkan secara periodik.

    Tujuan supaya antara heating object dan heater tidak timbul celah udara / air gap

3. Watt density yaitu kemampuan heater menstranfer panas melalui permukaannya. 

    Makin besar watt density suatu heater makin besar kemampuan heater tersebut

    menstranfer panas melalui permukaannya dan sebaliknya.

 

Hal yang perlu diperhatikan pada Cartridge Heater : 

1. Memperhatikan contact Surface, yaitu menentukan kecepatan transfer panas dari heater

    ke heating objek, makin luas permukaan contact makin cepat panas yang di transfer.

2. Heating objek dengan heater harus pas (tidak ada celah udara), supaya:

  - Transfer panas ke heating objek dapat berjalan dengan baik.

  - Mencegah terjadi over heating pada heater.

3. Watt density (surface load) yaitu kemampuan heater mentransfer panas melalui permukaannya.

    Makin besar watt density suatu heater makin besar kemampuan heater tersebut menstransfer

    panas melalui permukaan dan sebaliknya. Akibatnya apabila pada catridge heaetr timbul celah

    udara (contact surface kurang baik), maka umur heater (life time) menjadi pendek,

    karena over heating.

 

 


 
hit Copyright © PT.USM, 2009. All Rights Reserved Powered by Techno Media